Info Sehat !
Apakah anda salah satu pengidap kanker serviks? sudah mencoba berbagai pengobatan tapi hasilnya sama saja, jangan khawatir dan jangan bingung karena disini kami mempunyai solusi menangani masalah anda. Kini telah hadir obat herbal multi khasiat yaitu daun sirzak untuk mengobati penyakit kanker serviks secara alami tuntas sampai ke akarnya. ace maxs terbuat dari bahan alami yang bahan utamanya terdiri dari kulit manggis dan daun sirsak, dimana kedua bahan utama tersebut memili khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Sedikit tentang kanker serviks
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.
Penyebab Kanker Serviks
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Gejala Kanker Rahim
Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
Perdarahan di luar siklus menstruasi.
Penurunan berat badan drastis.
Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Kanker, terutama kanker payudara bagi sebagian besar orang adalah sebuah
penyakit yang sangat menakutkan. Penyakit ini, biasanya adalah penyakit
keturunan, sama halnya dengan diabetes, biasanya diturunkan melalui gen
orang tuanya. Contoh, jika sang ibu terkena kanker payudara, biasanya
keturunan kedua atau cucunya ada salah satu yang terkena penyakit
menakutkan ini.
Tapi, jangan khawatir. Kata Rosululloh SAW, Semua penyakit ada obatnya
kecuali pikun. Disini saya akan berbagi pengalaman, tepatnya bukan saya,
tapi cerita dari Bapak Arief Kusniarto yang telah berbagi pengalamannya
mengenai terapi sirih merah untuk mengobati penyakit kanker payudara.
Cerita beliau tentang obat kanker payudara adalah seperti ini…
Annisa, Adik saya, perempuan, umur 33 tahun, menderita kanker payudara.
Sebetulnya dia sudah lama merasakan adanya benjolan di dekat payudara,
sejak lebaran tahun kemarin, tetapi karena tidak terasa sakit, maka
diabaikan. Dan ketika saya bulan agustus tahun 2007 kemarin, ketika
keluarga kami berkumpul, dia berkata bahwa benjolannya sedikit membesar,
tetapi tidak terasa sakit, sehingga belum ada upaya untuk berobat ke
dokter dan hanya diobati dengan cara tradisional, misalnya diolesi
dengan minyak tawon, busa kayu, minum kunyit putih atau lainnya. Namun
ketika pertengahan bulan puasa kemarin, sakitnya terasa sekali dan
kesulitan menggerakkan tangan.
Dan dalam waktu 2 bulan, benjolannya membesar dari sebesar kelereng
menjadi sebesar telur ayam, pada bagian pinggir payudara disebelah bawah
ketiak. Ketika dibawa ke RS PMI bogor, dilakukan beberapa kali
pemeriksaan dan dipastikan perlu dilakukan operasi untuk mengangkat
jaringan kanker tersebut. Dari pengalaman RS PMI, pengangkatan mungkin
agak susah mengingat jaringan kanker tersebut menempel pada jaringan
tubuh yang lain. Diperkirakan, operasinya biasanya memerlukan waktu
cukup lama, sekitar 5 jam. Kemudian untuk lebih yakin, adik saya
memeriksakan diri ke RS Dharmais Jakarta dan diagnosanya adalah kanker
payudara stadium 3, sudah merambat ke jaringan kelenjar ketiak, dan
harus dioperasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi paling sedikit 6 kali.
Pada saat itu, adik saya merasa belum siap operasi (baik mental maupun
biaya, karena biayanya cukup mahal) sehingga mencoba mengobatinya dengan
pengobatan alternatif. Kebetulan pula, saya mempunyai tanaman sirih
merah, yang sengaja saya bawa dari rumah mertua di Sragen. Waktu itu
saya diberi tahu bahwa tanaman sirih merah dapat untuk mengobati kanker
atau penyakit lainnya. Dan saya baca di beberapa referensi bahwa sirih
merah mengandung anti biotik yang cukup tinggi. Saya pernah coba ketika
sakit radang tenggorokan dan tidak sempat ke dokter, saya minum rebusan
daun sirih merah satu lembar yang sudah di rajang halus dan direbus
dengan satu gelas air selama 10 menit. Ternyata radang tenggororkan saya
sembuh. Sehingga saya yakin bahwa sirih merah ini merupakan obat
antibiotik alami. Sehingga sekarang kalo radang tenggorokan saya kumat
saya minum rebusan sirih merah dan mengurangi minum obat kimia lagi.
Dari pengalaman tersebut, saya beri adik saya beberapa daun sirih merah.
Satu lembar daun sirih merah dihancurkan seperti pasta, lalu diberi air
mendidih satu gelas. Setelah dingin, di minum 2 kali sehari pagi sore.
Reaksinya langsung terasa dua sampai tiga jam kemudian, daerah
sekeliling benjolan terasa sakit sekali, tetapi bukan pada pusat
benjolannya. Rasa sakit ini terasa sampai hari ketiga setiap kali
sehabis minum sirih merah, setelahnya rasa sakitnya mulai terasa
berkurang. Dan adik saya minum sirih merah ini selama 3 minggu sebelum
akhirnya dioperasi pada tanggal 28 November kemarin. Operasi yang
diperkirakan makan waktu 5 jam, ternyata bisa selesai lebih cepat, hanya
sekitar 2 jam saja. Yang membuat mudah adalah jaringan kanker tersebut
sudah mulai layu dan membentuk bulatan yang lepas dari jaringan tubuh,
dan akar akar kankernya sudah mati diujung ujungnya, sehingga memudahkan
dokter untuk mengambil jaringan akar karena sudah mati. Jadi,
sepertinya pengobatan sirih merah ini mematikan akar akar jaringan
kanker sehingga jaringan induknya akan mati karena supply nutrisinya
dihentikan. Saat ini adk saya masih dirawat di RS PMI dalam masa
pemulihan pasca operasi. Mohon doa restunya semoga cepat pulih.
Saya ingin share pengalaman ini, barangkali ada saudara atau teman dari
rekan rekan sekalian mengalami sakit kanker, mungkin memakai pengobatan
sirih merah menjadi jalan untuk mencapai kesembuhan. Dan jangan lupa
berdoa, karena kesiapan mental berpengaruh sangat besar dalam proses
penyembuhan. Saya baca juga bahwa sirih merah bisa membantu mengatasi
diabetes melitus. Tanaman ini dapat dicari di tukang kembang, dan
pemeliharaannya memang agak manja, tidak seperti sirih hijau.
Meskipun yang diseduh cuma satu lembar daun, pahitnya Pol tenan dan
warnanya menjadi hitam. sumber:
http://groups.yahoo.com/group/Warga_Nol_Satu/message/1902
Benjolan di Payudara Lenyap
Benjolan di Payudara Lenyap
Desi, 21 tahun, Nusakambangan, Cilacap
Beberapa bulan sebelum melahirkan anak pertamanya, Desi merasakan nyeri
dipayudara bagian kanan, tetapi tidak dihiraukannya. Desi tidak pernah
menduga jika beberapa bulan kemudian ditempat rasa nyeri itu akan muncul
benjolan sebesar ibu jari kaki. Benjolan itu seperti daging keras dan
muncul secara tiba-tiba dua bulan setelah melahirkan anak pertamanya.
Kondisi ini membuatnya tidak bisa menyusui anak pertamanya dengan baik.
Bagaimana tidak? Tersenggol sedikit saja sakitnya luar biasa.
Kemudian ia menkonsumsi kapsul daun sirzak . Dalam lima hari pertama,
belum ada tanda-tanda sakitnya berkurang, bahkan rasa sakitnya semakin
menjadi. Namun setelah melewati hari ke 10 rasa sakitnya sudah mulai
berkurang. Pada minggu kedua dia sudah merasakan adanya perubahan
walaupun benjolan di payudaranya belum mengecil tapi tidak sekeras pada
dua minggu sebelumnya. Dua bulan Kemudian kondisi Desi sudah sembuh.
Benjolan di payudara sebesar ibu jari kaki telah menipis dan hanya
tinggal bekas keriput memerah setelah mengelupas.
Nah dari cerita Bapak Arief san ibu Desi tersebut, ternyata memang daun
sirzak yang di suguhkan Tuhan kepada kita mempunyai manfaat yang banyak
sekali. Saya sarankan, mulailah menanam tanaman istimewa ini di sekitar
lingkungan rumah kita untuk jaga-jaga, siapa tahu nanti kita, saudara,
atau keluarga kita ada yang sakit atau membutuhkan.
Untuk pembelian Kapsul sirsak dan sirih merah , silahkan kontak kami
085232110042
Ovarium dengan Sindrom PCOS
Apa itu kista ovarium
Kista
ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam
ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun,
beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah,
perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium,
gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.

Perbedaan Kista dengan Mioma
Kista berbeda dengan mioma. Kista berbentuk cairan, sedangkan mioma
berbentuk massa solid (tumor). Kista biasanya tumbuh dalam ovarium
(indung telur) wanita, sedangan mioma pada dinding rahim wanita. Pada
kenyataannya, seorang wanita bisa mengalami baik kista maupun mioma
secara bersamaan.
Bagaimana Kista Terbentuk
Wanita normal biasanya memiliki dua ovarium seukuran kenari di sisi kiri
& kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang
terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen
akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai
menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila
telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam
bentuk haid bulanan.
Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap
tinggal dan dapat membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Ini
normal terjadi dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini
disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan
sendirinya, dan tidak perlu diobati.
Jenis-Jenis Kista Ovarium
Kista Corpus Luteum:
Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala
dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari
ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun
cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya
membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat
menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan
operasi.
Kista hemorrhagic:
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.
Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh
besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut,
jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan
menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).
Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan
rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah
kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm.
Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit
nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).

Kistadenoma:
Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini
biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga
30cm atau lebih diameternya.
Polycystic-appearing ovary:
Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar
ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada
wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.
Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):
PCOS adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini
terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara berlebihan,
dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).
PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah berjerawat,
ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa meningkatnya
resiko penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun
tekanan darah tinggi sebagai akibat resistansi insulin. Selain itu juga
dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode
haid > 60 hari.
Penyakit PCOS ini, juga seringkali diasosiasikan dengan infertilitas,
meningkatnya resiko keguguran & komplikasi kehamilan, dan perdarahan
di luar siklus haid.
Sayangnya, penyakit ini sangat lazim terjadi, yaitu menimpa sekitar 4-7% wanita usia reproduksi.
Penyebab Kista Ovarium
Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:
- riwayat kista ovarium terdahulu
- siklus haid tidak teratur
- perut buncit
- menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
- sulit hamil
- penderita hipotiroid
- penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)
Gejala dan Diagnosa Kista Ovarium
Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja
terdeteksi melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa
orang dapat mengalami gejala ini:
- kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
- siklus haid tidak teratur
- perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
- Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
- Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
- Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
- Mual dan muntah
- Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
Biasanya wanita baru memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit sudah
tak tertahankan, pingsan, ataupun mengalami perdarahan yang luar biasa
hebat hingga lemas/anemia.
Dokter spesialis kandungan (Obsgyn), biasanya akan melakukan test mulai
dari USG, CT Scan, test darah, seperti CA125 - ovarium tumor marker
test, ataupun test kehamilan untuk mendeteksi kehamilan anggur.
Pengobatan Kista Ovarium
Studi menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) dapat
menurunkan resiko terkena kista ovarium, karena mencegah ovarium
memproduksi telur.
Kista berukuran besar dan menetap setelah berbulan-bulan biasanya memerlukan operasi pengangkatan.
Selain itu, wanita menopause yang memiliki kista ovarium juga disarankan
operasi pengangkatan untuk meminimalisir resiko terjadinya kanker
ovarium. Wanita usia 50-70 tahun memiliki resiko cukup besar terkena
kanker jenis ini.
Bila hanya kista-nya yang diangkat, maka operasi ini disebut ovarian
cystectomy. Bila pembedahan mengangkat seluruh ovarium termasuk tuba
fallopi, maka disebut salpingoo-ophorectomy.
Faktor-faktor yang menentukan tipe pembedahan, antara lain tergantung
pada: usia pasien, keinginan pasien untuk memiliki anak, kondisi ovarium
dan jenis kista.
Kista ovarium yang menyebabkan posisi batang ovarium terlilit (twisted)
dan menghentikan pasokan darah ke ovarium, memerlukan tindakan darurat
pembedahan (emergency surgery) untuk mengembalikan posisi ovarium.
Kista dan Kehamilan
Kista ovarium berukuran kecil biasanya tidak membahayakan janin dan tidak beresiko menimbulkan komplikasi kehamilan.
Kista
ovarium berukuran besar (6-8 cm) dapat menimbulkan masalah bagi ibu
hamil. Kadang-kadang, kista ini tumbuh pada batang yang memutar dan
pecah, menyebabkan rasa sakit pada Ibu. Meskipun substansi yang pecah
ini tidak membahayakan pertumbuhan janin, namun rasa sakit yang luar
biasa dapat memicu kelahiran prematur ataupun keguguran.
Dokter
biasanya akan memberikan obat pereda sakit yang aman bagi Ibu dan janin
sambil terus mengamati perilaku kista. Biasanya kista mengecil dan
menghilang dengan sendirinya pada trimester kedua kehamilan. Bila tidak
juga ada tanda-tanda mengecil ataupun pecah, operasi pembedahan mungkin
disarankan.
Untuk
benar-benar bebas dari kista, seorang wanita perlu menjaga berat badan
(tidak gemuk di daerah perut), diet sehat (mengurangi konsumsi daging)
dan rajin berolah-raga.
Silahkan langsung kontak kami untuk pemesanan
Ramuan
ini mengandung Ribosome inacting protein (RIP), yang berfungsi
menonaktifkan perkembangan sel tumor, merontokkan sel tumor tanpa
merusak jaringan sekitarnya dan memblokir pertumbuhan sel tumor.